Selasa, 13 November 2012

FEATURE



Acara Berkemah SMA Sugar Group di Laverna, Lampung

Suasana yang sangat mendebarkan  jantung saya saat itu. Kala itu saya Mentari Andriani salah seorang siswi dari SMA Sugar Group akan menjalani UTS. UTS tersebut akan dilaksanakan 1 bulan lagi. Selain harus ekstra giat belajar untuk mendapatkan hasil yang sempurna, saya dan teman-teman membutuhkan refleksi agar mental kita siap dalam mengerjakan soal-soal UTS tersebut.
Akhirnya para guru-guru SMA Sugar Group mengadakan acara berkemah sekaligus sebagai reflesing untuk para muridnya. Kendaraan yang sering digunakan oleh para murid dan guru yang berada di SMA Sugar Group pun disiapkan. Kendaraan tersebut di beri nama Bis Semut Sugar. Bus tersebut kami beri nama Bis Semut  karena di bus tersebut terdapat simbol sekolah kami yaitu tebu dan semut. 
Dua hari sebelum berangkat berkemah, para guru mengumpulkan kami semua di Cafetaria Sekolah untuk memberikan sebuah syarat agar  dapat berkemah di Laverna. Syaratnya yaitu kami semua tidak boleh membawa barang terlalu banyak, tidak boleh membawa tas ransel atau kopper. Tetapi kami semua harus membawa baju yang sedikit dengan tas yang terbuat dari karung beras yang sudah tidak terpakai. Kami semua tercengang dan kaget. Bagaimana bisa sebuah karung beras digunakan sebagai tas berkemah? Suasana di Cafetaria sekolah pun  menjadi sangat ramai. Para guru hanya bisa tersenyum melihat murid yang terkaget dengan syarat tersebut.

Malam harinya saya pun bergegas untuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawa untuk berkemah nanti. Tidak lupa saya meminta sebuah karung beras bekas kepada ibu saya. Ibu saya pun merasa kaget kenapa saya menggunakan karung beras tersebut untuk tas. Setelah saya mendapatkan karung beras tersebut, saya bergegas pergi ke tukang jahit pakaian yang berada di dekat rumah saya untuk menjahit karung beras tersebut menjadi sebuah tas untuk berkemah.  Setelah hampir 2 jam lamanya saya menunggu, akhirnya tas yang terbuat dari karung beras tersebut pun jadi. Saya pun berpikir “begitu hebatnya ide para guru-guru ku ini” mereka ingin membuat para muridnya menjadi kreatif. Guru memang sangat kreatif. Lalu saya memasukkan semua barang bawaan saya. Hari sudah larut malam, ibu segera menyuruh saya untuk tidur karena pagi-pagi sekali saya harus sudah berkumpul di lapangan depan gedung sekolahan saya.
Pagi harinya, burung-burung yang bertengger di ranting pohon berkicau sangat merdunya dan matahari nan cantik memberikan semangatku pagi ini. Akhirnya hari yang kutunggu tiba juga. Setelah selesai mandi dan sarapan, saya langsung bergegas menuju sekolahan. Ayah dan ibu pun mengantarku sampai sekolah. Ternyata disana sudah banyak yang datang dan ramai sekali. Setelah kira-kira para murid sudah banyak yang datang, para guru pun mulai mengabsen murid-muridnya. Setelah selesai diabsen waktunya untuk pamit kepada ayah dan ibu. Sebelum masuk bis semut, kita semua harus berdoa terlebih dahulu agar saat perjalanan nanti diberikan keselamatan oleh Allah SWT. Berdoa pun selesai dan kami mengantri untuk masuk ke dalam bis semut. Alhamdulillah akhirnya dapat duduk bersama teman sekelas.  Waktunya kami semua berangkat menuju Laverna. Saat diperjalanan kami semua bernyanyi bersama dan bergembira bersama. Waktu perjalanan yang kami tempuh sekitar 4 jam. Waktu yang cukup sangat lama untuk ditempuh. Karena perjalanan yang cukup jauh, akhirnya kami semua kelelahan dan tertidur. 
Disaat teman-teman lainnya tertidur, saya dan teman saya (yang duduk disamping saya) menikmati pemandangan daerah Lampung yang sangat indah. Kami melihat laut dan kapal-kapal feri yang sedang berlayar. Suasana hutan yang masih asri dan terasa sangat teduh sekali menambah gambaran keindahan tentang daerah Lampung ini. Betapa kayaknya keindahan panorama di daerah ini. Kelestariannya begitu terjaga. Lama kelamaan saya dan teman saya merasa lelah dan kami memutuskan untuk beristirahat di dalam bis ini.
Setelah tertidur cukup lama, saya pun terbangun dan melihat kearah luar kaca jendela bis saya. Ternyata kami semua sudah sampai di tempat tujuan. “Laverna indah sekali”, itu adalah kata yang diucapkan kami semua. Begitu menakjubkannya tempat ini. Keindahannya seperti tidak dapat terlukiskan oleh kata-kata biasa.  Para guru dan murid-murid pun bergegas turun dari bis. Kami semua mengambil tas karung yang berisi perlengkapan kami saat berkemah. Rasa letih dan rasa senang pun bercampur aduk menjadi satu. Para guru pun menggiring kami semua ke sebuah aula dan menyuruh kami untuk meletakkan barang kami. Setelah itu barulah kami semua di ajak untuk berkumpul di taman samping aula untuk diberikan informasi. Ternyata berkemah kami ini tidak menggunakan tenda, tetapi kami menggunakan ruangan kosong seperti asrama. Tetapi aktifitasnya masih seperti berkemah. Setelah itu kami pun bergegas untuk kedalam kamar masing-masing dan beristirahat.

Keesokan harinya, pada pukul 05.00 WIB kami semua dibangunkan dan segera menuju ke aula untuk melaksanakan sholat subuh bersama-sama. Setelah melaksanakan sholat subuh kami melakukan olahraga bersama-sama dengan berjalan kaki menelusuri hutan-hutan di atas bukit yang sangat indah. Keringat pun mulai bercucuran dan kami pun bergegas pulang untuk mandi. Setelah mandi kami diajak untuk makan bersama. Para guru sudah mempunyai rencana tentang apa yang akan kami lakukan. Setelah makan, akhirnya kami semua dikumpulkan di aula dan para guru membagi kami dalam beberapa kelompok. Saya dan kelompok membuat nama unik yaitu Jokers Group yang artinya kelompok pemimpin dalam sebuah permainan. Permainan yang kami lakukan  kali ini adalah Kerupuk Kerjasama, kerupuk kerjasama ini maksudnya adalah agar setiap kelompok dapat bekerjasama dalam membuka dan  memakan kerupuk tersebut. Tidak semudah yang kami bayangkan, ternyata untuk membuka dan memakan kerupuk tersebut, tangan kami harus di ikat kebelakang menggunakan tali. Ini semua dimaksudkan agar ada kerjasama dengan anggota dalam kelompok itu untuk membuka dan  memakan kerupuk tersebut. Kami harus menggunakan mulut untuk membuka bungkus kerupuk tersebut. Inilah pelajaran kedua dari para guru bahwa dalam setiap kelompok dibutuhkan kerjasama untuk mencapai kemenangan. Mungkin karena kekompakan dari kelompok saya dan keunikan  nama kelompok saya akhirnya yang menjadi juara pertama adalah Jokers Group. Para gurupun memberikan  hadiah  kepada Jokers Group.
Keesokan harinya, kami dikumpulkan lagi di aula itu dan kami semua diberikan selembar kertas dan sebuah spidol untuk menulis. Kegiatan kami kali ini adalah menulis tentang Impian Indah Kami. Kami disuruh menulis tentang impian indah kami yang selama ini dan kertas yang berisi impian itu akan di tempelkan di pohon impian agar suatu hari nanti impian kami itu bisa terwujud.
Ini adalah pohon impian indah saya dan teman-teman. Setelah selesai kami pun diminta untuk berkumpul dengan kelompok masing-masing dan bergegas untuk makan siang bersama dengan syarat harus berjalan bersama dengan para anggota kelompok masing-masing. Di dekat saya dan kelompok saya berdiri terdapat sebuat tali yang akan dipergunakan untuk mengikat tangan kami dengan anggota yang lainnya. Kami semua sempat berpikir bagaimana kami bisa makan siang kalo tangan kanan dan kiri saling diikatkan oleh anggota yang lainnya. Akhirnya kamipun di berikan pelajaran kedua. Ini dimaksudkan agar dalam setiap kelompok ditanamkan adanya rasa  kerjasama, rasa saling menghormti dan bersabar. Inilah yang ditanamkan kepada kami semua saat kegiatan berkemah. 

Kebersamaan saat bersama-sama dengan anggota kelompok lainnya. Setelah selesai makan bersama. Kami semua pun bergegas untuk istirahat karena besok lusa kami semua akan meninggalkan Laverna dan kembali ke rumah.
Selain diberikan refleshing, kami juga diberikan pelajaran tentang kehidupan dan tentunya kami diberikan mental serta semangat yang luar biasa dahsyatnya untuk mengahadapi UTS ini. Kenangan serta pelajaran berharga ini akan saya wariskan kepada generasi seterusnya.
Rasa senang dan semangat baru kini berada dalam diri serta jiwaku.

               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Selasa, 13 November 2012

FEATURE



Acara Berkemah SMA Sugar Group di Laverna, Lampung

Suasana yang sangat mendebarkan  jantung saya saat itu. Kala itu saya Mentari Andriani salah seorang siswi dari SMA Sugar Group akan menjalani UTS. UTS tersebut akan dilaksanakan 1 bulan lagi. Selain harus ekstra giat belajar untuk mendapatkan hasil yang sempurna, saya dan teman-teman membutuhkan refleksi agar mental kita siap dalam mengerjakan soal-soal UTS tersebut.
Akhirnya para guru-guru SMA Sugar Group mengadakan acara berkemah sekaligus sebagai reflesing untuk para muridnya. Kendaraan yang sering digunakan oleh para murid dan guru yang berada di SMA Sugar Group pun disiapkan. Kendaraan tersebut di beri nama Bis Semut Sugar. Bus tersebut kami beri nama Bis Semut  karena di bus tersebut terdapat simbol sekolah kami yaitu tebu dan semut. 
Dua hari sebelum berangkat berkemah, para guru mengumpulkan kami semua di Cafetaria Sekolah untuk memberikan sebuah syarat agar  dapat berkemah di Laverna. Syaratnya yaitu kami semua tidak boleh membawa barang terlalu banyak, tidak boleh membawa tas ransel atau kopper. Tetapi kami semua harus membawa baju yang sedikit dengan tas yang terbuat dari karung beras yang sudah tidak terpakai. Kami semua tercengang dan kaget. Bagaimana bisa sebuah karung beras digunakan sebagai tas berkemah? Suasana di Cafetaria sekolah pun  menjadi sangat ramai. Para guru hanya bisa tersenyum melihat murid yang terkaget dengan syarat tersebut.

Malam harinya saya pun bergegas untuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawa untuk berkemah nanti. Tidak lupa saya meminta sebuah karung beras bekas kepada ibu saya. Ibu saya pun merasa kaget kenapa saya menggunakan karung beras tersebut untuk tas. Setelah saya mendapatkan karung beras tersebut, saya bergegas pergi ke tukang jahit pakaian yang berada di dekat rumah saya untuk menjahit karung beras tersebut menjadi sebuah tas untuk berkemah.  Setelah hampir 2 jam lamanya saya menunggu, akhirnya tas yang terbuat dari karung beras tersebut pun jadi. Saya pun berpikir “begitu hebatnya ide para guru-guru ku ini” mereka ingin membuat para muridnya menjadi kreatif. Guru memang sangat kreatif. Lalu saya memasukkan semua barang bawaan saya. Hari sudah larut malam, ibu segera menyuruh saya untuk tidur karena pagi-pagi sekali saya harus sudah berkumpul di lapangan depan gedung sekolahan saya.
Pagi harinya, burung-burung yang bertengger di ranting pohon berkicau sangat merdunya dan matahari nan cantik memberikan semangatku pagi ini. Akhirnya hari yang kutunggu tiba juga. Setelah selesai mandi dan sarapan, saya langsung bergegas menuju sekolahan. Ayah dan ibu pun mengantarku sampai sekolah. Ternyata disana sudah banyak yang datang dan ramai sekali. Setelah kira-kira para murid sudah banyak yang datang, para guru pun mulai mengabsen murid-muridnya. Setelah selesai diabsen waktunya untuk pamit kepada ayah dan ibu. Sebelum masuk bis semut, kita semua harus berdoa terlebih dahulu agar saat perjalanan nanti diberikan keselamatan oleh Allah SWT. Berdoa pun selesai dan kami mengantri untuk masuk ke dalam bis semut. Alhamdulillah akhirnya dapat duduk bersama teman sekelas.  Waktunya kami semua berangkat menuju Laverna. Saat diperjalanan kami semua bernyanyi bersama dan bergembira bersama. Waktu perjalanan yang kami tempuh sekitar 4 jam. Waktu yang cukup sangat lama untuk ditempuh. Karena perjalanan yang cukup jauh, akhirnya kami semua kelelahan dan tertidur. 
Disaat teman-teman lainnya tertidur, saya dan teman saya (yang duduk disamping saya) menikmati pemandangan daerah Lampung yang sangat indah. Kami melihat laut dan kapal-kapal feri yang sedang berlayar. Suasana hutan yang masih asri dan terasa sangat teduh sekali menambah gambaran keindahan tentang daerah Lampung ini. Betapa kayaknya keindahan panorama di daerah ini. Kelestariannya begitu terjaga. Lama kelamaan saya dan teman saya merasa lelah dan kami memutuskan untuk beristirahat di dalam bis ini.
Setelah tertidur cukup lama, saya pun terbangun dan melihat kearah luar kaca jendela bis saya. Ternyata kami semua sudah sampai di tempat tujuan. “Laverna indah sekali”, itu adalah kata yang diucapkan kami semua. Begitu menakjubkannya tempat ini. Keindahannya seperti tidak dapat terlukiskan oleh kata-kata biasa.  Para guru dan murid-murid pun bergegas turun dari bis. Kami semua mengambil tas karung yang berisi perlengkapan kami saat berkemah. Rasa letih dan rasa senang pun bercampur aduk menjadi satu. Para guru pun menggiring kami semua ke sebuah aula dan menyuruh kami untuk meletakkan barang kami. Setelah itu barulah kami semua di ajak untuk berkumpul di taman samping aula untuk diberikan informasi. Ternyata berkemah kami ini tidak menggunakan tenda, tetapi kami menggunakan ruangan kosong seperti asrama. Tetapi aktifitasnya masih seperti berkemah. Setelah itu kami pun bergegas untuk kedalam kamar masing-masing dan beristirahat.

Keesokan harinya, pada pukul 05.00 WIB kami semua dibangunkan dan segera menuju ke aula untuk melaksanakan sholat subuh bersama-sama. Setelah melaksanakan sholat subuh kami melakukan olahraga bersama-sama dengan berjalan kaki menelusuri hutan-hutan di atas bukit yang sangat indah. Keringat pun mulai bercucuran dan kami pun bergegas pulang untuk mandi. Setelah mandi kami diajak untuk makan bersama. Para guru sudah mempunyai rencana tentang apa yang akan kami lakukan. Setelah makan, akhirnya kami semua dikumpulkan di aula dan para guru membagi kami dalam beberapa kelompok. Saya dan kelompok membuat nama unik yaitu Jokers Group yang artinya kelompok pemimpin dalam sebuah permainan. Permainan yang kami lakukan  kali ini adalah Kerupuk Kerjasama, kerupuk kerjasama ini maksudnya adalah agar setiap kelompok dapat bekerjasama dalam membuka dan  memakan kerupuk tersebut. Tidak semudah yang kami bayangkan, ternyata untuk membuka dan memakan kerupuk tersebut, tangan kami harus di ikat kebelakang menggunakan tali. Ini semua dimaksudkan agar ada kerjasama dengan anggota dalam kelompok itu untuk membuka dan  memakan kerupuk tersebut. Kami harus menggunakan mulut untuk membuka bungkus kerupuk tersebut. Inilah pelajaran kedua dari para guru bahwa dalam setiap kelompok dibutuhkan kerjasama untuk mencapai kemenangan. Mungkin karena kekompakan dari kelompok saya dan keunikan  nama kelompok saya akhirnya yang menjadi juara pertama adalah Jokers Group. Para gurupun memberikan  hadiah  kepada Jokers Group.
Keesokan harinya, kami dikumpulkan lagi di aula itu dan kami semua diberikan selembar kertas dan sebuah spidol untuk menulis. Kegiatan kami kali ini adalah menulis tentang Impian Indah Kami. Kami disuruh menulis tentang impian indah kami yang selama ini dan kertas yang berisi impian itu akan di tempelkan di pohon impian agar suatu hari nanti impian kami itu bisa terwujud.
Ini adalah pohon impian indah saya dan teman-teman. Setelah selesai kami pun diminta untuk berkumpul dengan kelompok masing-masing dan bergegas untuk makan siang bersama dengan syarat harus berjalan bersama dengan para anggota kelompok masing-masing. Di dekat saya dan kelompok saya berdiri terdapat sebuat tali yang akan dipergunakan untuk mengikat tangan kami dengan anggota yang lainnya. Kami semua sempat berpikir bagaimana kami bisa makan siang kalo tangan kanan dan kiri saling diikatkan oleh anggota yang lainnya. Akhirnya kamipun di berikan pelajaran kedua. Ini dimaksudkan agar dalam setiap kelompok ditanamkan adanya rasa  kerjasama, rasa saling menghormti dan bersabar. Inilah yang ditanamkan kepada kami semua saat kegiatan berkemah. 

Kebersamaan saat bersama-sama dengan anggota kelompok lainnya. Setelah selesai makan bersama. Kami semua pun bergegas untuk istirahat karena besok lusa kami semua akan meninggalkan Laverna dan kembali ke rumah.
Selain diberikan refleshing, kami juga diberikan pelajaran tentang kehidupan dan tentunya kami diberikan mental serta semangat yang luar biasa dahsyatnya untuk mengahadapi UTS ini. Kenangan serta pelajaran berharga ini akan saya wariskan kepada generasi seterusnya.
Rasa senang dan semangat baru kini berada dalam diri serta jiwaku.

               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar