Sabtu, 07 Januari 2012

Konflik di Indonesia

        Konflik itu adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih bahkan kelompok dimana pihak yang lain ingin menghancurkan kelompok yang lainnya, yang dianggap musuh atau pengganggu. 
        Sejak dahulu hingga sekarang konflik di kehidupan kita terus saja bermunculan, apalagi konflik-konflik yang ada di Indonesia. Timbul satu konflik yang belum selesai dituntaskan muncul lagi konflik yang beraneka ragam muncul dengan tiba-tiba. 
                                                  
                                                 Betapa banyaknya konflik di Indonesia?
              Adakah cara yang dapat mengehentikan konflik-konflik yang datang silih berganti?

           Konflik bisa terjadi akibat perbedaan pendapat, fisik atau apapun di dalam diri dan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu sedikit konflik yang ada di sekitar bisa menjadi besar apabila tidak segera dituntaskan. Dilihat dari strukturnya konflik dibagi menjadi dua yaitu: konflik vertikal dan konflik horisontal. Konflik vertikal biasanya bersifat elistis dan polistis. Sedangkan konflik horisontal biasanya berkaitan dengan suku, agama, ras dan golongan, budaya dan ekonomi.
            Disini ada beberapa konflik di Indonesia yang sedang hangat-hangatnya di bicarakan oleh rakyat Indonesia. Contoh kecil saja konflik yang sering terjadi disekitar lingkungan kita, seperti: konflik perebutan lahan kosong antara warga setempat dengan perusahaan atau pabrik yang ingin mendirikan pabrik di lahan tersebut. Akibatnya terjadilah peperangan antara warga setempat dengan perusahaan atau pabrik. Banyak korban berjatuhan dan suasana makin tidak terkendali. Di Indonesia konflik memiliki sejarah yang sangat panjang dan rumit. Belum semua konflik di Indonesia menemui titik terang perdamaian atau penyelesaian masalah.
             Yang sedang populer di kalang berita televisi adalah konflik Ambon yang awalnya sempat dingin, kini memadam bagai api. Di lihat dari strukturnya konflik di Ambon ini merupakan konflik horisontal yang berhubungan dengan SARA ( Suku, Ras, Agama dan Golongan).

Di Indonesia terdapat berbagai macam ras sejak zaman es. Diantaranya Ras Mongolia dan Ras Austroloid.  
  • Ras Mongolia berasal dari Asia tengah. Pada zaman es ini Ras mongolia ini tersebar di Indonesia bagian barat yang meliputi Sumatra, Jawa dan Kalimantan.  Ini adalah penyebarannya: dari Mongolia menuju ke daerah-daerah di Asia Tenggara seperti Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, Singapura baru menuju ke Indonesia bagian barat. Semuanya ditempuh oleh jalur darat, maka dari itu Indonesia masih bergaung dengan Asia Tenggara. 
  • Ras Austroloid, ras ini berpusat di Australia lalu menyebar ke Indonesia bagian timur yang meliputi wilayah Papua atau Irian Jaya. Persebarannya dilakukan melalui jalur darat, maka dari itu daerah ini masih bersatu dengan wilayah benua Australia, serta perkembangan daratannya menjadi lautan yag disebut Paparan sunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sabtu, 07 Januari 2012

Konflik di Indonesia

        Konflik itu adalah suatu proses sosial antara dua orang atau lebih bahkan kelompok dimana pihak yang lain ingin menghancurkan kelompok yang lainnya, yang dianggap musuh atau pengganggu. 
        Sejak dahulu hingga sekarang konflik di kehidupan kita terus saja bermunculan, apalagi konflik-konflik yang ada di Indonesia. Timbul satu konflik yang belum selesai dituntaskan muncul lagi konflik yang beraneka ragam muncul dengan tiba-tiba. 
                                                  
                                                 Betapa banyaknya konflik di Indonesia?
              Adakah cara yang dapat mengehentikan konflik-konflik yang datang silih berganti?

           Konflik bisa terjadi akibat perbedaan pendapat, fisik atau apapun di dalam diri dan lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu sedikit konflik yang ada di sekitar bisa menjadi besar apabila tidak segera dituntaskan. Dilihat dari strukturnya konflik dibagi menjadi dua yaitu: konflik vertikal dan konflik horisontal. Konflik vertikal biasanya bersifat elistis dan polistis. Sedangkan konflik horisontal biasanya berkaitan dengan suku, agama, ras dan golongan, budaya dan ekonomi.
            Disini ada beberapa konflik di Indonesia yang sedang hangat-hangatnya di bicarakan oleh rakyat Indonesia. Contoh kecil saja konflik yang sering terjadi disekitar lingkungan kita, seperti: konflik perebutan lahan kosong antara warga setempat dengan perusahaan atau pabrik yang ingin mendirikan pabrik di lahan tersebut. Akibatnya terjadilah peperangan antara warga setempat dengan perusahaan atau pabrik. Banyak korban berjatuhan dan suasana makin tidak terkendali. Di Indonesia konflik memiliki sejarah yang sangat panjang dan rumit. Belum semua konflik di Indonesia menemui titik terang perdamaian atau penyelesaian masalah.
             Yang sedang populer di kalang berita televisi adalah konflik Ambon yang awalnya sempat dingin, kini memadam bagai api. Di lihat dari strukturnya konflik di Ambon ini merupakan konflik horisontal yang berhubungan dengan SARA ( Suku, Ras, Agama dan Golongan).

Di Indonesia terdapat berbagai macam ras sejak zaman es. Diantaranya Ras Mongolia dan Ras Austroloid.  
  • Ras Mongolia berasal dari Asia tengah. Pada zaman es ini Ras mongolia ini tersebar di Indonesia bagian barat yang meliputi Sumatra, Jawa dan Kalimantan.  Ini adalah penyebarannya: dari Mongolia menuju ke daerah-daerah di Asia Tenggara seperti Vietnam, Laos, Thailand, Malaysia, Singapura baru menuju ke Indonesia bagian barat. Semuanya ditempuh oleh jalur darat, maka dari itu Indonesia masih bergaung dengan Asia Tenggara. 
  • Ras Austroloid, ras ini berpusat di Australia lalu menyebar ke Indonesia bagian timur yang meliputi wilayah Papua atau Irian Jaya. Persebarannya dilakukan melalui jalur darat, maka dari itu daerah ini masih bersatu dengan wilayah benua Australia, serta perkembangan daratannya menjadi lautan yag disebut Paparan sunda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar